Senin, 02 November 2009

foto

0

Foto AcCu....




Best Friend Acu....

Minggu, 25 Oktober 2009

tugas pak farif

0

TEKNIK PRINTING & DESAIN GRAFIS ENTREPRENELIRSHIP


1.TEKNIK PEMOTRETAN

Memotret selain memindahkan apa yang kita lihat kedalam media kertas foto juga melatih kita untuk belajar mengatur komposisinya agar enak dilihat. Untuk dapat memotret serta menghasilkan foto dengan baik, sebaiknya kita :
-Mengenal karakter dari kamera kita beserta kegunaan dari masing-masing bagian kamera serta melatih diri kita menggunakannya.
- Dapat mengatur ketajaman gambar
- Dapat mengatur pencahayaan yang berhubungan dengan pengaturan diafragma dan speed.
- Dapat mengatur komposisi atau pembatasan gambar.
Untuk dapat memotret yang baik lakukan langkah berikut ini :
1. Ruang Tajam pada gambar (Depth of Field)
2. Mengatur pencahayaan (Lighting)
Pengaturan pencahayaan berhubungan erat dengan pengaturan speed dan diafragma dan nilai ASA pada film.
sumber – sumber cahaya dapat dibagi menjadi :
a. Natural Light
Adalah cahaya alami seperti cahaya matahari, bulan, petir.
b. Artifical Light
Adalah cahaya buatan seperti lampu kilat (flash), lampu rumah (TL atau bohlam), Lampu jalan (mercury)
3. Komposisi
Pengetahuan fotografi tidaklah lengkap, tanpa diiringi dengan pengetahuan tentang komposisi, sebab dalam menciptakan gambar apa saja, komposisi memegang peranan yang penting.
Salah satu rahasia dari komposisi yang baik adalah kesederhanaan, yaitu hanya ada satu pusat perhatian yang ditonjolkan.

Untuk bisa menghasilkan foto yang baik, hal yang sebaiknya dikuasai antara lain adalah teknik-teknik dasar pemotretan dan penguasaan alat. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang bisa dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat. Dengan kata lain foto yang baik, terbentuk dari hasil perpaduan kedua hal tersebut

A. FOKUS
Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur).
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan:
- Manual Focus: memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus).
- Auto focus: dengan menekan setengah tombol shutter release, hingga indikator fokus menyala.

B. EKSPOSURE (PENCAHAYAAN)
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya media rekam (film atau sensor digital) yang ada di kamera. Cahaya yang diterima objek harus cukup (tidak berlebihan atau kekurangan) sehingga dapat terekam dengan baik oleh media rekam.
Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan media rekam (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan media rekam yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke media rekam sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed) .

- Pencahayaan normal (norm eksposure) berarti warna yang muncul pada hasil foto sesuai dengan yang diharapkan.
- Kelebihan pencahayaan (over exposed) mengakibatkan hasil warna foto lebih putih dari keadaan normal, foto kehilangan detail
- Kekurangan pencahayaan (under exposed) mengakibatkan hasil warna foto menjadi lebih gelap.


Mencahayai media rekam (film atau sensor digital) dapat diibaratkan dengan membuka kran untuk mengisi air ke dalam ember. Cahaya diumpamakan sebagai air
- ASA/ISO/DIN kita umpamakan sebagai ukuran ember, ASA rendah berarti ember yang kita gunakan lebih besar, sehingga membutuhkan air (cahaya) yang lebih banyak
- Besar kecilnya lubang kran ialah diafragma, lubang (bukaan) besar, berarti air (cahaya) yang masuk lebih banyak, sehingga pengisian air dalam ember menjadi lebih cepat
- Kecepatan rana diumpamakan waktu yang kita gunakan untuk memenuhi ember tersebut dengan air hingga penuh. Waktu yang digunakan untuk mengisi ember tersebut harus tepat sehingga tidak sampai lebih atau kekurangan.

- Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.
Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
“Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.”

bukaan diafragma:
http://i297.photobucket.com/albums/mm240/puanz/cam4.gif

- Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali.
Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai media rekam.
Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang media rekam dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang media rekam dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana akan membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari media rekam.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dst dan B (Bulb) untuk kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan). Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst.

Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. “Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk”

- Kepekaan media rekam (ISO) terhadap cahaya
Media rekam memiliki berbagai ukuran kepekaan cahaya. Satuan ukuran ini biasa disebut:
- ASA : American Standard Association, satuan yang banyak digunakan di dunia
- DIN : Deutch Industri Norm, satuan ini banyak digunakan di Jerman dan di daerah Eropa
- ISO : International Standard Organization, satuan internasional gabungan ASA dan DIN. Misal ASA 100 dan DIN 210, menjadi satuan ISO 100/210.
Makin kecil satuan media rekam (semakin rendah ISO), maka media rekam makin kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari media rekam tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka media rekam semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari media rekam tersebut. Misal, ISO 100 lebih banyak butuh cahaya daripada ISO 400.

2.JENIS FOTO/KAMERA ANALOG MAUPUN DIGITAL




3. MEDIA TRANSFER

A. Bluetooth

B. infra RED

C. KABEL DATA

D. CARD RIEDER


4. TEKNIK INSTALASI MEDIA TRANSFER BESERTA CARANYA

A. Bluethoot

Bluetooth adalah suatu teknologi baru yang mulai dikenal dan digunakan. Teknologi ini memberikan perubahan yang signifikan terhadap peralatan elektronik yang kita gunakan. Jika kita melihat sekeliling kita dimana keyboard dihubungkan pada komputer. Demikian juga halnya dengan printer, mouse, monitor dan lain sebagainya. Semua peralatan itu dihubungkan dengan menggunakan kabel. Akibatnya terjadi masalah banyak kabel yang dibutuhkan di kantor, rumah atau tempat-tempat lainnya. Masalah lain yang ditemui adalah bagaimana menelusuri kabel-kabel yang terpasang jika ada suatu kesalahan atau kerusakan. Bluetooth memperbaiki penggunaan teknologi kabel yang cenderung menyulitkan ini dengan cara menghubungkan beberapa peralatan tanpa menggunakan kabel.
Pada karya tulis ini, dibahas aplikasi remote kontrol pada aplikasi komputer menggunakan handphone lewat bluetooth, antara lain : I-Tune, Power Point, Windows Media Player, dan Winamp, cara koneksi bluetooth yaitu bagaimana perangkat bluetooth melakukan koneksi di dalam sebuah PC ataupun handphone. Bluetooth telah berhasil

Caranya :
Langkah Pertama :

1. Masuk ke menu Manage Connections
2. Centang kotak Bluetooth untuk mengaktifkan
3. Lalu scroll ke bawah, masuk ke Bluetooth Options
4. Klik Menu (tombol berlogo BB) dan pilih Options
5. Ubah settingan pada Discoverable dari yang semula No menjadi Yes
6. Simpan

Langkah Kedua bluetooth :

1. Selanjutnya hidupkan Bluetooth hape penerima/pengirim
2. Pada BB, masuk ke menu Manage Connections lagi
3. pilih Set Up Bluetooth dan klik Search
4. Pilih bluetooth yang muncul disitu dan masukkan kode pin (terserah Anda, contoh: 12345)
5. Pada hape penerima/pengirim klik Yes/Accept
6. Masukkan PIN yang sama
7. Muncul pilihan connect to … (pada BB) klik OK.

Langkah Ketiga :

1. Pada BB Anda, masuk ke menu Media, pilih Music/Video sesuai dengan file yang akan ditransfer dan kemudian tekan tombol berlogo BB dan pilih Receive UsingBluetooth.
2. Akan muncul tulisan Waiting for connection
3. Silahkan kirim dari hape lainnya

B. Infra RED

Caranya :

Hp yang akan ditransfer harus dinyalakan dan komputer tersebut juga harus diaktrifkan. Kemudian Intra RED tersebut diDekatkan pada komputer yang akan menerima file.

C. Kabel Data

Caranya :

pasang/Colokin kabel dihp dan PC, kemudian periksa sudah c0nect apa belum. Kalau sudah tng9al plih file diPC trus copy.

D. CARD READER

Caranya :

a. Ambil memori yang ada pada Hp tersebut
b. Siapkan CARD READER
c. Masukan memori tersebut pada CARD READER
d. Tancapkan CARD READER pada komputer yang akan kita pakai
e. Kemudian periksa, apakah sudah cOnect apa belum, kalau sudah tinggal pilih
file dan copy.


Minggu, 30 Agustus 2009

Penaple(31-08-2009)

0

PENAPLE

Langkah-LangkahPembuatan Video:

1.Memasukkan file ke dalam folder.

2.Memasukkan stoributnya.

Antara vidro satu dan dua,di gabung menjadi satu dengan cara transisi.

* Transisi: Efek perpindahan dalam 1 video ke video lainnya.

* Caranya: Klik show transisi - ada beberapa macam transisi,pilih dari 1 macam

Transisi tersebut - klik - geser.

3.Memasukkan title.

* Caranya: Klik title - ada beberapa macam,pilih salah satu – klik - geser.

v Proses importing video: Proses pengambilan suatu video melalui media

Penyimpanan data.

Rabu, 26 Agustus 2009

Langkah2 Prosedural dalam mengedit Video(25-08-2009)

0

1. Importing Media(Avi,Mpeg,Dat)
2. Editing Video
a. Transi(Transision)
:Perpindahan dari satu file ke file video yang lainnya.
b. Audio Setting
c. Titling(Proses Pembuatan judul)
3. Finishing/Rendering
:Proses pengconfertan menjadi media file yang kita inginkan.
Contoh:MPEG.INDIO,MOTION,MPEG1,MPEG2,MPEG4.

Senin, 24 Agustus 2009

video EDITING

0

A. Mengenal Hardware & Software pengolah video.
Ada beberapa software yang bisa digunakan untuk mengedit sebuah video antara lain:


1. Camcoder(Camera)
Ada 2 macam kamera yang digunakan dalam mengedit video
a. Kamera Digital:Kamera yang digunakan atau disimpan di Hardware melalui kabel data
(Recording-Transfer-Edit)
b. Kamera Analog:Recording-conversi-Transfer-Edit

2.Capture Card
Sebuah kartu (seperti halnya audio card atau VGA Card)yang dipasang pada komputer&berfungsi dalam proses Captute atau Transfer hasil shooting dari Camcoder untuk disimpan dalam sebuah Hardsik.
Fungsinya:Hardware yang digunakan untuk mentrasfer dari camcoder untuk disimpan disebuah hardsik.

3. Komputer
Komputer yang digunakan untuk mengedit sebuah video harus mempunyai spesifikasi yang tinggi.
Contoh:Processor,Memori,VGA, & Hardsik yang besar.
Sedangkan Software yang digunakan banyak sekali antara lain:
-Adobe Premiere
-Ulead Video Studio
-Vegas Studio
-Pinnacle Sistem

4.Kompresi yang digunakan dalam mengedit video antara lain:
-JPEG,INDEO,cINEPAK,DV,MPEGX.

Minggu, 09 Agustus 2009

Pelajaran Pak Farif {03-08-2009}

0



1.Tujuan Project
2.Tema Project
3.Teknis Pembuatan Project
*Pembentukan Tim (Struktur)
*Pembagian Job
-Packing (Cover, Lay Out, Priting)
2 Siswa :1.Ratih Siswita F
2.Rizki Agustina Dewi
-Web
4 Siswa : 1.Nuril Qomariyah
2.Siska Nanda
3.Sofia Lestari
4.Sunarseh
-Jinggle
2 Siswa : 1.Siti Masruroh
2.Via Ayus M


Hasilnya:

Senin, 25 Mei 2009

web statis dan dinamis

0

Website dapat dibedakan menjadi dua yaitu Web Statis dan Web Dinamis. Web Statis adalah web yang berisi informasi-informasi yang bersifat statis (tetap), sedangkan Web Dinamis adalah web yang menampilkan informasi yang bersifat dinamis (berubah-ubah) dan dapat saling berinteraksi dengan user. Biasanya untuk web statis yang ditonjolkan adalah sisi tampilan yang banyak mengandung grafis sehingga untuk merancang web statis tidak diperlukan kemampuan pemrograman yang handal. Yang dibutuhkan hanya kemampuan design grafis/web dan cita rasa seni belaka. Sedangkan untuk web dinamis yang banyak ditonjolkan adalah pengolahan data sehingga dibutuhkan kemampuan dalam pemrograman web.



Ada dua jenis pemrograman web, yaitu Server Side Programming dan Client Side Programming. Pada Server Side Programming, semua sintaks dan perintah program yang diberikan akan dijalankan/diproses di Web Server, kemudian hasilnya dikirimkan ke browser pengguna dalam bentuk HTML biasa. Sehingga pengguna tidak dapat melihat kode asli yang ditulis dalam bentuk server side programming tersebut. Yang tergolong dalam server side programming seperti: CGI/Perl, Active Server Pages, Java Server Page, PHP, ColdFussion dan lain-lain.